Speedline Sebuah Bisnis Online

Kupas Tuntas Speedline dari kacamata SAYA. Tulisan ini dibuat hanya untuk mengingatkan Bangsa Saya untuk berhati-hati dalam berinvestasi
oleh Bambang Sugiarto pada 17 September 2011 jam 17:15
Pada suatu ketika, saya pernah dimintai memberikan pandangan tentang jasa investasi Speedline oleh teman saya?

Dengan makin berkembangnya jaringan internet sehingga globalisasi merambah kita, bisnis-bisnis seperti ini melakukan perubahan bentuk. Saat ini bentuknya menjadi arisan berantai, MLM, atau penawaran investasi yang rata-rata menyatakan kantor pusatnya berada di luar negeri (supaya sulit untuk dilakukan pengecekan).

Padahal dengan teknologi saat ini, pengecekan lokasi dimanapun di bumi ini dapat dengan mudah dilakukan dan malahan gratis tanpa biaya apapun. Lakukan saja pengecekan dengan Google Maps, gratis dan sangat akurat (bahkan bisa di-zoom) :)

Saya belum pernah mendengar perihal SpeedLine ini, sehingga setelah membaca pertanyaan teman saya kemudian saya lakukan Googling.

Hasil Googling mengarahkan saya ke website http://speedline-inc-indonesia.com/ dimana menyatakan bahwa SpeedLine adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris dan melakukan investasi pada Gold and FOREX Trading.

Lucunya, meskipun menyatakan melakukan trading di Gold dan Forex, tetapi tidak ada penjelasan detil perihal trading Gold atau Forex. Justru isi website tersebut lebih banyak iming-iming imbal hasil nantinya yang bakal diperoleh bila menanamkan dana.

Melihat website tersebut, mengingatkan saya pada website-website penjual robot forex bodong yang banyak bertebaran di internet. Isinya mirip, yang ditampilkan adalah hal-hal fantastis (karena sudah diedit terlebih dahulu) sehingga membuat orang tertarik untuk membeli. Sama saja dengan website tersebut, hanya iming-iming fantastis agar tertarik untuk segera menanamkan dana.

Don’t believe everything which too good to be true

Apalagi SpeedLine ini berpusat di Inggris, kenapa harus repot mencari pendanaan dengan mengumpulkan jumlah kecil-kecil dari banyak orang di Indonesia (negara ketiga)? Bila bisnis tersebut memang sangat sukses, bukankah bank-bank di Inggris tidaklah segan-segan mengucurkan kredit dalam jumlah berapapun? Apa karena orang Indonesia lebih mudah dibodohi :)

Coba hitung, imbal hasil terendah yang diberikan adalah 1% per hari atau 30% sebulan sampai dengan 3% per hari atau 90% sebulan, bukankah lebih murah dan tidak repot bila SpeedLine menarik kredit langsung dari bank?

Website penjual robot forex saja sulit saya yakini bila sama sekali tidak menampilkan hasil pantauan realtime via myfxbook.com, apalagi SpeedLine ini mengatakan melakukan trading forex tetapi tidak ada bukti atau penjelasan apapun. Bagaimana bisa yakin?

Kemungkinan besar, mereka memilih jenis usaha dengan melakukan trading forex dan gold dikarenakan banyak orang awam yang jarang mengetahuinya. Toh orang hanya tahunya trading itu menghasilkan uang banyak, jadi wajar saja khan kalau mampu memberikan imbal hasil 1%-3% sehari.

Tetapi tentunya kita sekalian, sudah paham betul bagaimana sulitnya forex trading. Tidaklah semudah itu menghasilkan profit dari forex. Seandainya mampu konsisten profit pun, buat apa repot mengumpulkan uang dari banyak orang.
Toh untuk trading di forex tidak perlu modal besar, gunakan saja leverage 1:500 atau 1:1000. Imbal hasil yang diperoleh dari forex pun sudah sangat luar biasa.

Banyak hal yang tidak logis dan tidak jelas, sehingga kemungkinan bisnis ini adalah Skema Ponzi.

Perhatikan saja bahwa program investasi pada Speedline selalu memiliki jumlah hari 100 hari. Coba dihitung, bila imbal hasil 1% sehari, bukankah bila sudah mencapai 100 hari maka sudah mencapai 100% atau balik modal :)
Artinya, bila memilih paket investasi terkecil tidaklah menguntungkan, secara tidak langsung peserta didorong untuk memilih paket yang lebih besar agar dapat menguntungkan (bagi peserta maupun bagi penyelenggara).
Skema Ponzi pada dasarnya adalah sebuah teknik yang memanfaatkan keserakahan manusia dan sifat tidak mau sulit tetapi mau enak dengan cepat, dengan cara mengiming-iming imbal hasil tinggi.

Padahal imbal hasil tersebut berasal dari uang investor yang telah ditanamkan dan bukan dari hasil usaha apapun. Oleh karenanya bisnis yang melakukan Ponzi pada umumnya selalu menawarkan imbal hasil tinggi karena pembayaran imbal hasil tersebut berasal dari dana yang sudah ada, bukan dari dana yang harus dicari terlebih dahulu.

Perhatikan saja skema pembagian hasil Speedline, terdapat jangka waktu 100 hari. Jangka waktu tersebut adalah batas waktu dimana harus ada investor baru yang menanamkan dana. Karena bila tidak ada, maka Skema Ponzi tidak berjalan dan akan ambruk.

Sebagai contoh, saya melakukan bisnis Ponzi dan Anda tertarik dengan menyetorkan dana sebesar 1 juta imbal hasil 1% sehari atau 10 ribu sehari.

Karena Anda satu-satunya klien saya, maka saya harus rajin membayar tiap harinya. Hal ini dikarenakan bila saya selalu tepat waktu membayar maka Anda juga akan semakin mempercayai saya.

Kepercayaan awal dan bukti terjadi pembayaran adalah modal utama dalam Ponzi. Bila hal ini dapat dicapai, maka promosi dari mulut ke mulut akan berjalan dengan sendirinya. Tentunya Anda akan bercerita ke teman-teman bahwa saya dapat dipercaya dan kemudian mengajak teman-teman untuk turut bergabung.

Bila sebelum 100 hari, salah satu teman Anda bergabung, maka dana yang tertanam makin banyak. Sehingga tidak masalah bagi saya untuk membayar Anda maupun temannya. Oleh karena itu, dalam skema Ponzi, promosi adalah hal yang utama. Dengan makin banyak yang bergabung maka makin banyak juga dana yang tertanam untuk melakukan pembayaran.

Skema ini akan ambruk apabila tidak ada lagi peserta baru yang menanamkan dana, padahal jumlah yang harus dibayar makin besar.

Ponzi hanya akan menguntungkan apabila masih ada peserta baru yang tertarik mendaftarkan diri. Apabila masih ada 100 atau bahkan 1000 orang peserta baru setelah Anda mendaftar mengikuti SpeedLine, maka akan aman dikarenakan masih ada dana mengalir masuk untuk membayar Anda.

Problemnya, bila setelah Anda mendaftarkan diri, ternyata tidak ada lagi peserta baru yang tertarik. Bila hal ini terjadi, maka siap-siap saja modal amblas karena penyelenggara Ponzi kabur.

Padahal sebagai hanya peserta, Anda tidak pernah tahu apakah masih banyak peserta baru yang tertarik. Sehingga ujung-ujungnya menjadi mirip judi, ambil resiko mendaftarkan diri dan setelahnya berdoa mati-matian semoga masih ada sejuta peserta baru yang mendaftar agar posisi Anda aman :)

Oleh karenanya, untuk mengamankan dirinya sendiri, peserta Ponzi pada umunya akan berusaha mati-matian mempromosikan dengan gencar program Ponzi tersebut. Semakin gencar promosinya, harapannya semakin banyak peserta baru yang menanamkan modal sehingga pembayaran untuk dirinya aman dan lancar.

Sehingga jangan heran kalau melihat teman Anda berusaha merayu dan membujuk agar Anda segera turut serta. Tujuannya mereka bukan untuk memperkaya Anda, tetapi bertujuan untuk mengamankan posisi dirinya sendiri.

Jangan pernah percaya omongan janji gombal yang ingin membuat Anda menjadi kaya raya, tidak pernah ada hal tersebut di dunia ini. Pada umumnya hanyalah berusaha menguntungkan dirinya sendiri.

Karena setahu saya, satu-satunya yang baik hati dan suka memberi, hanyalah Sinterklas (itupun di dongeng) :)

Dari pengalaman hidup dan apa yang saya lihat selama ini, semua orang dapat menjadi kaya. Tetapi problemnya, ada yang kaya hanya sebentar setelahnya bangkrut tetapi ada yang abadi tetap kaya raya.

Apa yang membedakannya?

Perbedaannya terletak pada pondasinya.
Bila pondasi rapuh, seperti kaya karena korupsi, merampok, ikut Ponzi (yang hanya membayar paket investasi tetapi tidak belajar apapun), maka kekayaaan yang sebelumnya berhasil diperoleh akan lama – kelamaan hilang.
Bila ingin kaya yang abadi, perkuat pondasi dengan mampu melewati proses yang tidak enak. Belajar tekun, bekerja keras tidak kenal waktu, ulet dan tetap bersemangat meskipun mengalami kegagalan berkali-kali. Hal-hal tersebutlah yang membentuk diri sehingga menjadikan pondasi kuat.

Oleh karenanya, saya pun sama halnya seperti Anda, samasekali tidak tertarik dengan SpeedLine.
Lebih baik tekun berlatih forex trading, sehingga lama kelamaan semoga nantinya Tuhan mengetahui do’a dan usaha kita dan akhirnya tidak lagi memberi kegagalan tetapi justru memberikan rahmat-Nya berupa konsisten profit di forex trading.

Bila hal tersebut dapat tercapai, saya yakin hasil yang diperoleh akan jauh lebih abadi daripada mengikuti SpeedLine.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s